![]() | |||
|
Home Definisi Ekowisata Pedoman Ekowisata Konsep Ekowisata Konsultan Ekowisata Diktat Ekowisata Buku Ekowisata Gallery Ekowisata Link Ekowisata Email Ekowisata
EKOWISATA INDONESIA
Ekowisata BaliEkowisata Bintan Ekowisata Jabar Ekowisata Kalsel Ekowisata Lombok Ekowisata Sulsel Ekowisata Sumut
KRITERIA EKOWISATA
PendahuluanTujuan dan Sasaran Batasan dan Pengertian Pengembangan Ekowisata Kegiatan Wisata di Taman Nasional Kriteria Ekowisata
STUDY KASUS
Pendahuluan & LatarBelakang Study Kelayakan Ekowisata Tim Pengembangan Ekowisata Perencanaan Kegiatan Proyek Pelaksanaan Kegiatan Proyek Pelatihan Ekowisata ![]() ![]() ![]()
FREE EDUCATION
Free Kindergarten Printable ActivitiesEarly Childhood Education Online Degree Printable Kids Activities Early Learning Toys Free Educational Resources Free Classes Online Free Language Courses For Kids Free Scholarship and Grants Programs Grade 1 Math Worksheets Teachers Web Resources Grade 1 Science and Technology Free Online Courses Free Kindergarten Activities Grade 1 Worksheets Free Homeschool For Kids Free Continuing Education Free Homeschool Early Childhood Education Free Education for Kids and Adult Free Printable Kindergarten Worksheets Free K12 School Resources Free Courses & Classes Free Preschool Activities Math Worksheets For Kindergarten Kids Scholarship Guide College Degree Online |
STUDY KASUS EKOWISATA BINTANStudy Kasus Proyek Pengembangan Ekowisata Berbasis Komunitas di Pulau Bintan (Bintan Ecotourism Venture Project (BEVEP)BINTAN ECOTOURISM VENTURE PROJECT (BEVEP) | ||
| Ekowisata Craft |
|
Sexy Lace Dresses Wooden High Heels Art & Craft Custom T-Shirts Women Bags Bordir Tasikmalaya World of Craft Trading House |
Pendahuluan
Pengembangan kawasan wisata berkelas internasional di desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan yang dikenal dengan nama Kawasan Wisata Inernasional Lagoi (Bintan Beach International Resorts/BBIR) tak dampak disangkal telah memberikan kontribusi yang sangat penting terhadap pembangunan ekonomi di Kab. Bintan. Setiap tahun, kawasan wisata seluas 23,000 hektar ini dikunjungi oleh sekitar 300,000 wisatawan mancanegara yang masuk melalui Pelabuhan Laut Internasional Bandar Bentan Telani, Lagoi. Hanya butuh waktu satu jam untuk sampai ke kawasan ini dari Pelabuhan Ferry Tanah Merah Singapore.
Banyaknya jumlah wisatawan telah menciptakan ribuan lapangan kerja diberbagai sektor dan tingkatan. Industri pariwisata menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi PEMDA Bintan. Pajak Hotel dan Restaurant yang dipungut dari kawasan ini setiap tahun bisa mencapai Rp.40 milyar.
Kendatipun demikan, belum banyak penduduk lokal yang bisa menikmati perputaran dolar dari bisnis pariwisata di kawasan tersebut. Masyarakat desa yang umumnya berprofesi sebagai nelayan dan petani tradisional kalah bersaing dengan para pendatang yang memiliki keterampilan dan pendidikan relatif lebih baik. PT Bintan Resort Cakrawala (PT BRC) selaku pengelola kawasan wisata terus berupaya untuk meningkatkan kualtas SDM penduduk lokal. Setiap tahun ribuan bea siswa dikucurkan untuk membantu pendidikan mereka dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi, bahkan banyak diantara mereka yang dikirim ke Singapore untuk mempelajari Pariwisata. Paling tidak butuh waktu satu atau dua dekade lagi bagi penduduk lokal untuk bisa berperan secara siknifikan dalam sektor pariwisata di desanya.
Tujuan Proyek Ekowisata
Untuk meningkatkan peran masyarakat desa dalam sektor pariwisata, pada tahun 2002 dilaksanakan Proyek Pengembangan Ekowisata berbasis komunitas yang dikenal dengan nama Bintan Ecotourism Venture Project (BEVEP). Proyek ini dibiayai oleh multi lembaga, yaitu Department for International Development (DFID, Inggris), PEMDA Bintan dan PT Bintan Resort Cakrawala.
Tujuan utama dari BEVEP adalah memberdayakan masyarakat berpenghasilan di bawah UMR agar mereka dapat memiliki dan menjalankan usaha ekowisata berbasis komunitas dan usaha-usaha lainnya yang terkait dengan industri pariwisata yang dapat dijadikan sebagai alternatif sumber pendapatan yang berkesinambungan. Dengan demikian diharapkan dapat mengurangi kesenjangan pendapatan antara mereka yang bekerja di Kawasan BBIR dengan masyarakat lokal yang tinggal di luar kawasan BBIR.
Sedangkan tujuan lain dari proyek ini adalah:
Faktor Resiko (kemungkinan tujuan proyek tidak tercapai)
Di bawah ini disampaikan beberapa faktor yang mungkin bisa menjadi penyebab tidak tercapai tujuan-tujuan tersebut diatas baik seluruhnya maupun sebagian, yaitu:
Kelompok Sasaran & Lokasi Proyek
Yang menjadi kelompok sasaran dari BEVEP adalah anggota masyarakat berpenghasilan di bawah UMR (pra sejahtera) yang bermukim di:
Pilot Proyek pengembangan ekowisata di laksanankan di dua desa, yaitu desa Sebong Lagoi dan desa Sribintan. Kedua desa tersebut termasuk ke dalam Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Propinsi Kepulauan Riau. Lihat peta lokasi di bawah ini:

Jangka Waktu Proyek
Jangka waktu proyek semula adalah 3 tahun tahun yang dimulai sejak awal tahun 2002. Karna satu dan lain hal, proyek di perpanjang satu tahun lagi dan berakhir pada Juli 2005.
Tenaga Konsultan
Tim Konsultan terdiri dari konsultan lingkungan hidup yang berasal dari ENVIRO PRO - Singapore dan ENVIRONMENT SOLUTION - Singapore serta ditambah dengan tenaga-tenaga profesional Indonesia yang berpengalaman dalam bidang lingkungan dan pemberdayaan komunitas.